DETIK PERTAMA
z
8/10/20261 min read
Lahir terbuang lalu di pungut
Ditakdirkan hidup untuk bertemu maut
Menepati janji pada lauful mahfudz
Hadir tak mahir
Menciptakan duka, menempah tawa.
Sosok dan kelompok menanti.
Satu kelompok cemas, lainnya was-was.
Satu kehilangan, lainnya kedatangan.
Satu bimbang, satu cemas bukan kepalang.
Haruskah 'ia' bernafas dan berkembang di kelompok ku ?
Atau, apakah kelompok ku bisa menerima mahluk asing tak ber DNA sama dengan ku.
Akhir kesimpulan, kalian ikhlas.
Ikhlas melepas, ikhlas terperas.
Jauh tak terpandang, tak pernah terbayang, doa mu itu melayang.
Dekat tak terikat, bertarung dengan kuat, jiwa busuk dan baikmu kini melekat.
Padaku.
THANKS TO UR SELF.
